Lingkungan Bersih Cerminkan Pola Hidup Sehat, TIM PPK Ormawa IMM Al Haytham Unimus Edukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Pringapus

SEMARANG, 05 Juli 2026 — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PK IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses menggelar program perdana bertajuk PILAR PRINGAPUS (Pilah Limbah Rumah Tangga) pada Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan di kediaman Ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh 28 warga setempat. Program PILAR PRINGAPUS merupakan bagian dari program besar LENTERA (Lele Sejahtera) — sebuah inisiatif terpadu yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan pengembangan budidaya ikan lele berbasis sistem bioflok di Kelurahan Pringapus. Program ini lahir dari keprihatinan atas tingginya volume timbulan sampah di kelurahan tersebut yang diperkirakan mencapai 1—3 ton per hari, dengan sekitar 60 persen di antaranya berupa sampah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan diisi dengan sesi edukasi dan diskusi interaktif bersama narasumber, Dr. Eko Yulianto, M.Pd., yang menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai kunci utama pengelolaan lingkungan yang sehat. Ia menyoroti bahwa sampah yang sudah tercampur tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menyulitkan proses daur ulang maupun pemanfaatan lebih lanjut. “Dirimu adalah lingkunganmu. Sesederhana apapun, yang penting bersih,” ujar Dr. Eko Yulianto, menegaskan bahwa perubahan perilaku dalam mengelola sampah tidak memerlukan infrastruktur besar — cukup dimulai dari kesadaran dan komitmen individu. Dalam paparannya, Dr. Eko Yulianto menyampaikan empat langkah strategis yang dapat diterapkan oleh masyarakat, yakni pembentukan bank sampah di tingkat lingkungan, penerapan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten, kolaborasi dengan pengepul lokal sebagai sumber pendapatan kas komunitas, serta penguatan komitmen kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sesi tanya jawab bersama warga semakin memperkaya jalannya diskusi. Warga mengungkapkan bahwa Kelurahan Pringapus sebenarnya telah memiliki bank sampah yang telah berjalan selama dua tahun. Bahkan, komunitas telah menerapkan sistem denda sebesar Rp2.000 setiap dua minggu — atau Rp4.000 per bulan — bagi warga yang tidak menyetorkan sampah sesuai jadwal yang disepakati. Praktik ini dinilai efektif dalam mendorong partisipasi aktif dan tanggung jawab bersama warga terhadap lingkungannya. Kegiatan ini merupakan implementasi perdana dari serangkaian program yang akan terus bergulir, termasuk MAGGOT AQUAFEED, DESALE (Demo Masak Lele), dan LELADA (Lele Lezat Anak Desa) — keempat program yang dirancang untuk mewujudkan Kelurahan Pringapus sebagai Desa Wirausaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Program LENTERA sendiri berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr. Siti Aminah, S.TP, M.Si., dan didukung penuh oleh Pemerintah Kelurahan Pringapus serta berbagai mitra strategis.
PPK Ormawa IMM Al Haytham Gandeng Mitra Bank Sampah Resik Sejahtera Kelurahan Sambiroto untuk Sinergikan Program Pengabdian Masyarakat

Kabupaten Semarang – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang menggelar Program Maggot aquafed I yang berfokus pada Pelatihan Pembudidayaan maggot dari telur hingga panen di Kantor Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang (12/ 7). Program pelatihan ini menjadi langkah kedua Upaya PPK Ormawa IMM Al Haytham memperkuat outcome yang akan dicapai yaitu, Pengembangan usaha budidaya lele dengan integrasi pengolahan sampah organic dalam mendukung efisiensi pakan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kabupaten atau kota setidaknya menerima sekitar 850-900 ton sampah setiap hari, yang tentunya menjadi sebuah tantangan dalam proses pengolahan sampah yang dihasilkan. Pemerintah tentunya telah melakukan berbagai Upaya untuk mengelola sampah, seperti meningkatkan kesadaran masyrakat, mengembangkan sistem pengangkutan cerdas, dan mengubah system open dumping menjadi sanitary landfill. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan warga kelurahan pringapus hingga jajaran pengurus kelurahan pringapus Kabupaten Semarang. Dalam rangkaian pembukaan penyelenggaraan pelatihan ini Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytham IMMawan Haidar Adnan menyampaikan apresiasi yang sangat terhadap sambutan hangat warga kelurahan pringapus yang berpartisipatif dalam pelaksanaan program kerja maggot aquafeed I. Selama pelaksanaan, warga dan jajaran Kelurahan Pringapus memperoleh materi yang disampaikan oleh Bapak Suparno Pengurus Bank Sampah Resik Sejahtera kelurahan sambiroto Kecamatan Tembalang memaparkan Mengolah Sampah Organik dengan Maggot (Black Soldier Fly) BSF. Saat penyampaian materi, Bapak Suparno menyampaikan peluang yang sangat menjanjikan dalam budidaya maggot berbagai hal diantaranya, sebagai bahan baku alternatif pakan ikan dan unggas, dapat diproduksi secara kuantitas tanpa membutuhkan lahan yang luas, waktu panen yang relative cepat dengan rentang dalam 15-20 hari, saling berkesinambungan, bisa digunakan sebagai pakan fresh ataupun tepung serta dried maggot dan peluang terakhir dama budidaya maggot ini tentunya tak butuh modal besar yang perlu dianggarkan. Berbagai peluang yang nampak dalam budidaya, tentunya terdapat tantangan yaitu, tidak semua orang berani memulung sampah khususnya sampah sisa dapur dan sampah di Indonesia rata-rata belum terpilah. Rangkaian materi tersebut yang juga disambung dengan diskusi serta melihat langsung siklus kehidupan maggot dari tahap telur sampai bentuk lalat BSF, yang tentunya mempunyai potensi utama sebagai pengurai bahan organik yang sangat efektif terutama dalam mengurangi jumlah sampah dapur organik rumah tangga oleh warga. Melalui penyelenggaraan Pelatihan Budidaya maggot ini diharapkan menjadi langkah mengurangi sampah organik limbah dapur rumah tangga untuk lahirnya ekosistem masyarakat peduli lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran bersama antar Mahasiswa Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytam dan Warga Kelurahan Pringapus. Selaras dengan semangat Tim Pelaksana untuk mewujudkan “Lentera : Cahaya Ekonomi Desa”.
IMM Asy-Syifa Gelar Sosialisasi dan Grand Launching PPK Ormawa, Hadirkan Inovasi MAKOSA untuk Pengelolaan Kotoran Sapi di Desa Manggihan

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asy-Syifa Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Grand Launching Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada Minggu, 28 Juni 2026 di Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi program pemberdayaan masyarakat yang akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Mengusung tema pemberdayaan berbasis potensi lokal, IMM Asy-Syifa FEHBi Unimus memperkenalkan inovasi MAKOSA (Mengelola Kotoran Sapi), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan nilai guna limbah peternakan melalui pengelolaan yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan limbah kotoran sapi sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Manggihan yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak. Kegiatan Grand Launching dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pimpinan universitas, dosen pendamping, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Hadir mewakili pimpinan Universitas Muhammadiyah Semarang, Arum Ambarsari, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Beliau menegaskan bahwa PPK Ormawa merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, kolaborasi, serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Turut hadir sebagai Dosen Pendamping PPK Ormawa, Andika Baskara, S.E., M.M., yang akan mendampingi seluruh rangkaian pelaksanaan program. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa Program MAKOSA disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan solusi yang aplikatif terhadap pengelolaan limbah peternakan. Selama kurang lebih tiga bulan ke depan, tim PPK Ormawa IMM Asy-Syifa FEHBi Unimus akan melaksanakan berbagai kegiatan pendampingan kepada masyarakat. Program tersebut meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik pengelolaan kotoran sapi, serta penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola limbah peternakan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan menekankan pada partisipasi aktif masyarakat sehingga program tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan oleh warga setelah program selesai. Pemerintah Desa Manggihan menyambut baik pelaksanaan program ini. Kepala Desa Manggihan, Bapak Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada IMM Asy-Syifa FEHBi Unimus dan Universitas Muhammadiyah Semarang atas kepercayaan menjadikan Desa Manggihan sebagai lokasi pelaksanaan PPK Ormawa. Beliau berharap program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah peternakan yang lebih baik serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian desa. Melalui Program MAKOSA, IMM Asy-Syifa FEHBi Unimus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Program ini menjadi implementasi nyata semangat pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan dimulainya Grand Launching ini, rangkaian kegiatan PPK Ormawa resmi berjalan dan diharapkan mampu menghasilkan luaran yang berkelanjutan, baik dari sisi peningkatan kapasitas masyarakat maupun pengembangan inovasi pengelolaan limbah peternakan. Ke depan, Program MAKOSA diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
Festival Expo Kewirausahaan 2026 FEHBi Unimus Jadi Ajang Penguatan Inovasi dan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa

Semarang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI) FEHBi Unimus serta UKM Kewirausahaan (UKMK) Unimus menyelenggarakan Festival Expo Kewirausahaan 2026 selama dua hari, pada 6–7 Juli 2026, bertempat di halaman Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Universitas Muhammadiyah Semarang. Mengusung tema “Fostering Innovation, Creativity, and Collaboration to Shape the Future of Entrepreneurship” dengan jargon “Wirausaha Muda Siap Mendunia”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai produk unggulan, ide bisnis, serta inovasi kreatif yang telah dikembangkan. Festival ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan, memperluas jejaring kolaborasi, sekaligus meningkatkan daya saing mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin dinamis. Festival Expo Kewirausahaan 2026 mendapat dukungan dari berbagai sponsor, di antaranya Abon Cake & Kamera, Bank BCA, Bale BTN, dan Valdian Cake, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan. Ketua Panitia, Prasetyo Nugroho Saputro (mahasiswa FEHBi Unimus), menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Expo Kewirausahaan 2026. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari pimpinan universitas, dewan juri, dosen pembimbing, peserta, sponsor, hingga seluruh tamu undangan yang hadir dan berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sementara itu, Dosen Pembina UKM Kewirausahaan Unimus, Ayu Noviani Hanum, S.E., M.Si., berharap Festival Expo Kewirausahaan dapat menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi media untuk memamerkan hasil karya mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam menjaring mahasiswa yang memiliki potensi di bidang kewirausahaan. “Harapan kami, Festival Expo ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil inovasi dan produk yang telah mereka kembangkan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi ajang pencarian talenta ketika universitas membutuhkan peserta untuk berbagai program kewirausahaan, seperti Hibah Kewirausahaan Mahasiswa, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), maupun kompetisi kewirausahaan lainnya,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Unimus, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Expo Kewirausahaan 2026. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Semarang dalam mengembangkan potensi mahasiswa, khususnya pada bidang kewirausahaan, inovasi, dan kreativitas. Beliau berharap penyelenggaraan Festival Expo di masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak peserta sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis, kreativitas, dan kemampuan berwirausaha. Dengan semakin luasnya partisipasi mahasiswa, diharapkan akan lahir berbagai inovasi baru yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi. “Semoga Festival Expo Kewirausahaan ke depan semakin berkembang, semakin banyak peserta yang terlibat, dan mampu menjadi media bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Kegiatan seperti ini harus menjadi ajang yang berkualitas, berbobot, serta memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun universitas,” tuturnya. Festival Expo Kewirausahaan 2026 menghadirkan beragam stan pameran yang menampilkan produk kewirausahaan, inovasi bisnis, serta hasil kreativitas mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Unimus. Selain menjadi sarana promosi produk, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperoleh masukan dari dewan juri, dosen, praktisi, maupun pengunjung. Berbagai masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas produk, strategi pemasaran, serta model bisnis yang dikembangkan. Melalui penyelenggaraan Festival Expo Kewirausahaan 2026, FEHBi Unimus bersama UKM Kewirausahaan Unimus berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya inovasi, kreativitas, dan kolaborasi di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi wirausaha muda yang adaptif, kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa, sejalan dengan semangat “Wirausaha Muda Siap Mendunia.”
Audiensi Penjajakan Kerja Sama FEHBi Unimus dengan Bank Indonesia untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

Semarang, 1 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melaksanakan audiensi penjajakan kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan lembaga otoritas moneter guna mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan diawali dengan koordinasi rencana kerja sama sebagai upaya menyelaraskan visi dan misi kedua institusi dalam mengembangkan program-program yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.Selanjutnya, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang implementasi kerja sama yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Beragam ide dan gagasan strategis dibahas untuk menghasilkan program kolaboratif yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan serta perkembangan ekonomi nasional. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembahasan program kerja yang akan dilaksanakan secara bersama, mulai dari penyelenggaraan kuliah umum, seminar, workshop, pelatihan, penelitian kolaboratif, program literasi ekonomi dan keuangan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Melalui audiensi ini, FEHBi Unimus berharap kerja sama dengan Bank Indonesia dapat segera diwujudkan dalam bentuk program-program konkret yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa, mendorong lahirnya riset yang berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Sinergi antara FEHBi Unimus dan Bank Indonesia diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menciptakan ekosistem akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan.
FEHBi Unimus Lepas 105 Wisudawan dan Wisudawati pada Pelepasan Wisuda ke-49, Siapkan Lulusan Berintegritas dan Siap Menghadapi Dunia Profesional

Semarang, 26 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi, Hukum dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sukses menyelenggarakan Pelepasan Wisuda Fakultas Ekonomi, Hukum dan Bisnis ke-49 pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Lantai 1 Unimus. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, haru, dan kebanggaan sebagai bentuk penghormatan kepada para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi dan siap mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. Acara pelepasan dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FEHBi Unimus, seluruh Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi, serta bapak dan ibu dosen di lingkungan FEHBi Unimus. Dalam laporannya, Wakil Dekan FEHBi Unimus, Dr. AM. Juma’i, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Semarang ke-49, FEHBi Unimus meluluskan sebanyak 105 wisudawan, yang terdiri atas: Program Studi S1 Manajemen sebanyak 76 wisudawan.Program Studi S1 Akuntansi sebanyak 28 wisudawan.Lulusan perdana Program Studi S1 Agribisnis sebanyak 1 wisudawan, yang sekaligus menjadi lulusan tercepat program studi tersebut. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para lulusan yang telah menunjukkan prestasi membanggakan selama menempuh pendidikan di FEHBi Unimus. Pada kesempatan tersebut diumumkan para lulusan terbaik dari masing-masing program studi, yaitu: Dalam sambutannya, Dekan FEHBi Unimus Dr. Andwiani Sinarasri, SE., M.Si. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberhasilan para mahasiswa yang kini resmi menyandang gelar sarjana. Beliau mengenang perjalanan para mahasiswa sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus hingga akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh proses pendidikan dengan baik. “Masih teringat ketika kalian pertama kali datang sebagai mahasiswa baru dengan berbagai mimpi dan harapan. Hari ini, dengan penuh rasa bangga, kami melepas kalian sebagai lulusan FEHBi Unimus pada Wisuda ke-49. Momen ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki dunia yang sesungguhnya dalam meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih hari ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang tidak hanya dilakukan oleh para mahasiswa, tetapi juga atas doa dan dukungan orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh pihak yang telah mendampingi selama proses perkuliahan. “Ada begitu banyak doa yang mengiringi keberhasilan kalian hari ini. Setelah ini, kalian akan menempuh jalan kehidupan masing-masing untuk mengejar cita-cita dan meraih kesuksesan. Jangan pernah berhenti belajar, karena dunia terus berkembang. Teruslah meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi sesama.” Menutup sambutannya, Dekan FEHBi Unimus berpesan agar gelar sarjana yang telah diperoleh dapat menjadi amanah yang dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Gelar sarjana sudah kalian terima. Amalkan ilmu yang telah diperoleh dengan penuh keberkahan, kejujuran, dan amanah. Jadilah lulusan yang membanggakan almamater, membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan, serta mampu memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.” Pelepasan Wisuda FEHBi Unimus ke-49 menjadi momentum yang penuh makna, tidak hanya sebagai seremoni akademik, tetapi juga sebagai awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk berkarya, berinovasi, dan mengabdikan diri di dunia profesional maupun masyarakat. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang telah ditanamkan selama masa studi, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. Seluruh sivitas akademika FEHBi Unimus mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Wisuda ke-49. Semoga setiap langkah yang ditempuh senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam menggapai masa depan yang lebih gemilang.
IMM Asy-Syifa FEHBi Unimus Gelar Studium General dan Opening Ceremony DAD 2026: Menyiapkan Generasi Pemimpin Muda yang Adaptif dan Berdampak di Era Transformasi Digital

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asyisyfa Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sukses menyelenggarakan Studium General & Opening Ceremony Darul Arqam Dasar (DAD) 2026 pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Aula Gedung RS Unimus Lantai 7. Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Pemimpin Muda yang Adaptif dan Berdampak di Era Transformasi Digital”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun karakter kepemimpinan mahasiswa Muhammadiyah yang siap menghadapi tantangan zaman. Acara berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Semarang, di antaranya Wakil Rektor III Unimus, Dekan dan Wakil Dekan FEHBi Unimus, seluruh Ketua Program Studi di lingkungan FEHBi Unimus, serta peserta Darul Arqam Dasar. Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh nasional sekaligus Walikota Semarang Periode 2013 – 2022, Dr. Hendrar Prihadi, S.E., M.M., sebagai narasumber utama yang membawakan materi sesuai tema kegiatan mengenai kepemimpinan adaptif di tengah pesatnya transformasi digital. Dalam sambutannya, Ketua IMM Asy-Syifa FEHBi Unimus, Amirudin Al Abror, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan universitas, fakultas, narasumber, panitia, serta peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Darul Arqam Dasar (DAD) merupakan proses pengkaderan dasar yang wajib diikuti oleh mahasiswa Muhammadiyah sebagai langkah awal dalam membentuk kader yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan semangat perjuangan. Menurutnya, DAD bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wadah pembinaan karakter untuk mencetak generasi penerus perjuangan KH. Ahmad Dahlan yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Melalui pengkaderan ini, diharapkan lahir kader-kader Muhammadiyah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan. Dalam sambutannya, Dekan FEHBi Unimus Dr. Andwiani Sinarasri, M.Si menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada Studium General tahun ini sangat relevan dengan Visi dan Misi FEHBi Unimus, khususnya dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di era digital. Beliau menegaskan bahwa FEHBi Unimus mengusung slogan “Digital Entrepreneur Faculty”, sehingga mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus menguasai teknologi digital, memiliki jiwa inovatif, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat. “Perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, berpikir inovatif, kreatif, serta adaptif agar mampu menghadapi berbagai tantangan di mana pun dan dalam situasi apa pun,” ungkapnya. Beliau juga berharap kegiatan seperti DAD dapat menjadi sarana pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa yang siap menjadi agen perubahan di masyarakat. Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor III Unimus, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa tema mengenai transformasi digital sangat tepat dengan kondisi saat ini, di mana perkembangan teknologi telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Dalam sambutannya, beliau mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana sehingga memberikan manfaat positif bagi pengembangan diri maupun masyarakat. “Teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan justru menjadi penyebab menurunnya karakter. Mahasiswa harus mampu mengambil nilai-nilai positif dari perkembangan digital,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa mahasiswa merupakan kaum intelektual yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pionir dalam organisasi maupun akademik. Karakter kepemimpinan yang kuat harus dibangun sejak dini agar mampu menjadi tonggak perubahan dan melahirkan pemimpin masa depan yang profesional, berintegritas, serta berakhlak mulia. Pada sesi Studium General, Dr. Hendrar Prihadi, S.E., M.M. menyampaikan materi bertajuk “Menyiapkan Generasi Pemimpin Muda yang Adaptif dan Berdampak di Era Transformasi Digital.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi saat ini berlangsung sangat cepat sehingga seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap berbagai situasi. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan secara tepat dalam kondisi apa pun, memiliki kemampuan membaca perubahan, serta mampu membawa organisasi tetap berkembang di tengah tantangan yang dinamis. Beliau juga menekankan pentingnya mencari role model atau figur teladan dalam perjalanan kepemimpinan. Dengan memiliki panutan yang baik, mahasiswa dapat belajar mengenai integritas, tanggung jawab, etika, serta kemampuan memimpin organisasi secara efektif. “Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu belajar dari perubahan, berani menghadapi tantangan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya di hadapan ratusan peserta. Melalui penyelenggaraan Studium General & Opening Ceremony Darul Arqam Dasar (DAD) 2026, IMM Asyi-Syfa FEHBI UNIMUS kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan adaptasi terhadap transformasi digital, serta semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Digital Entrepreneur Faculty yang diusung FEHBi Unimus, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin muda yang visioner, inovatif, adaptif, berintegritas, serta mampu melanjutkan estafet perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam mewujudkan kemajuan umat, bangsa, dan Indonesia di era digital.
Dorong Terbentuknya Desa Wirausaha, FEHBi UNIMUS Kawal Manajemen Bisnis PPK Ormawa LENTERA di Pringapus

Semarang, 13 Juni 2026 – Transformasi Kelurahan Pringapus menuju Desa Wirausaha berbasis ekonomi sirkular resmi dimulai melalui Grand Launching Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PK IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bertajuk LENTERA. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor III UNIMUS dan dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Islam (FEHBi) ini menjadi langkah awal pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan dan budidaya perikanan. Program LENTERA berfokus pada optimalisasi 24 kolam bioflok lele serta penguatan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah yang sebelumnya kurang bernilai diolah menjadi sumber daya produktif. Sebagai mitra pendamping, PPK Ormawa memberikan dukungan pada aspek tata kelola kelembagaan, manajemen keuangan usaha, dan strategi pemasaran digital. Pendampingan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola usaha secara profesional, mulai dari pencatatan keuangan, pengembangan model bisnis, hingga perluasan akses pasar produk olahan lele dan produk unggulan desa. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, mahasiswa dibimbing untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam menyelesaikan permasalahan riil di masyarakat. Program ini diharapkan mampu mengubah potensi pengelolaan sampah dan budidaya perikanan menjadi sektor usaha mikro yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan bagi kader PKK, karang taruna, serta kelompok pengelola bioflok di Kelurahan Pringapus. Kehadiran Program LENTERA menjadi wujud nyata komitmen UNIMUS dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pemberdayaan, inovasi, dan kewirausahaan, sekaligus mendorong terwujudnya Pringapus sebagai desa yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing.
International Visiting Professor FEHBI UNIMUS Hadirkan Prof. Minako Sakai dari UNSW Australia, Bahas Keberlanjutan Bisnis dan Pemberdayaan Masyarakat

Semarang, 2 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBI) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan kegiatan International Visiting Professor yang menghadirkan akademisi internasional dari Australia. Kegiatan yang mengusung tema “Business Sustainability and Community Empowerment” ini berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 di Aula GKB 2 Lantai 8 UNIMUS dan diikuti oleh mahasiswa FEHBI UNIMUS dengan antusiasme yang tinggi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor IV UNIMUS, Dekan FEHBI, para Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta seluruh dosen di lingkungan FEHBI UNIMUS. Kehadiran narasumber internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat atmosfer akademik yang berorientasi global sekaligus memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara keberlanjutan bisnis, pembangunan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UNIMUS, Muhammad Yusuf, S.STPi, M.Si, Ph.D menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Prof. Minako Sakai untuk hadir dan berbagi ilmu di lingkungan UNIMUS, khususnya di FEHBI. Beliau menjelaskan bahwa Prof. Minako Sakai merupakan akademisi yang memiliki keahlian dan pengalaman panjang di bidang antropologi serta kajian pembangunan masyarakat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. “Merupakan suatu kehormatan bagi UNIMUS untuk dapat menghadirkan profesor internasional yang memiliki rekam jejak penelitian yang sangat kuat mengenai masyarakat Indonesia. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, bisnis, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya. Memasuki sesi utama, moderator Dr. Kartiko Adi Wibowo, M.M. membuka diskusi ilmiah dan memperkenalkan narasumber kepada seluruh peserta. Dalam paparannya, Prof. Minako Sakai mengawali materi dengan menceritakan pengalaman pertamanya datang ke Indonesia pada era 1980-an. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Indonesia yang dinilainya mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam berbagai sektor, baik ekonomi, pendidikan, maupun pembangunan sosial. “Ketika saya pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1980-an, situasinya sangat berbeda dengan sekarang. Saat ini Indonesia telah berkembang menjadi negara yang dinamis dengan berbagai inovasi dan potensi luar biasa,” ungkapnya. Dalam pemaparannya yang bertajuk Business Sustainability and Community Empowerment, Prof. Minako Sakai menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial semata, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa keberlanjutan usaha sangat erat kaitannya dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Beliau menjelaskan pentingnya pertanyaan “Why does this matter for business students?”, yaitu mengapa isu pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan menjadi sangat relevan bagi mahasiswa bisnis saat ini. Dunia kerja dan dunia usaha terus berubah dengan cepat, sehingga generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, dan inovasi dalam menghadapi tantangan masa depan. “Usaha tidak mungkin hanya menggunakan satu pola yang sama sepanjang waktu. Pekerjaan yang ada saat ini mungkin akan berbeda beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci utama dalam mempertahankan keberlanjutan bisnis,” jelasnya. Lebih lanjut, Prof. Minako Sakai membagikan hasil penelitian yang dilakukannya terkait pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dalam riset tersebut, ia menemukan bahwa organisasi-organisasi Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Beliau menjelaskan konsep Adaptive Social Infrastructure, yaitu infrastruktur sosial yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan masyarakat. Konsep ini mencakup peran organisasi perantara, jaringan sosial, kepercayaan masyarakat, koordinasi digital dan kelembagaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai permasalahan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, kekuatan masyarakat tidak hanya terletak pada modal ekonomi, tetapi juga pada modal sosial yang terbentuk melalui jaringan, kepercayaan, dan kolaborasi antar berbagai pihak. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai budaya lokal dan ajaran Islam memiliki kontribusi besar dalam menciptakan model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Prof. Minako Sakai juga mengangkat tema “Islam, Culture and Development in Indonesia and Southeast Asia”, yang menyoroti bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berbagai organisasi Islam di Indonesia telah berhasil menciptakan model pemberdayaan yang efektif dengan menggabungkan kebutuhan keagamaan masyarakat dan pengembangan ekonomi produktif. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah program pemberdayaan yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa melalui integrasi kebutuhan keagamaan umat Islam dengan program peternakan dan pengembangan usaha produktif. Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mengembangkan rantai nilai (value chain development) yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. “Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat mengembangkan kapasitasnya sendiri sehingga mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” terang Prof. Minako Sakai.Suasana diskusi berlangsung sangat interaktif. Mahasiswa FEHBI UNIMUS tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan kritis diajukan terkait strategi keberlanjutan bisnis, peran organisasi sosial dalam pengembangan ekonomi, hingga peluang inovasi bisnis berbasis pemberdayaan masyarakat di era digital. Melalui sesi tanya jawab yang dinamis, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan akademik bertaraf internasional, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan inovasi bisnis yang berdampak bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya International Visiting Professor ini, FEHBI UNIMUS semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas global, memperluas kolaborasi internasional, serta mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia yang semakin kompleks.
Tiga Tim FEHBI Unimus Lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang. Sebanyak tiga tim mahasiswa berhasil lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FEHBI Unimus mampu menghadirkan inovasi dan semangat kewirausahaan yang kompetitif di tingkat nasional. Berbagai ide usaha kreatif yang dikembangkan mahasiswa berhasil melalui proses seleksi dan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembinaan serta pengembangan usaha melalui program P2MW. Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Unimus menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih oleh ketiga tim mahasiswa tersebut. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi perjuangan serta kerja keras mahasiswa yang berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FEHBI Unimus tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, kreativitas, dan jiwa entrepreneur yang kuat. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani memulai usaha, dan menciptakan peluang yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dekan FEHBI Unimus. Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dosen pendamping yang turut membimbing mahasiswa dalam proses penyusunan proposal hingga tahap seleksi. Program P2MW sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan penguatan karakter kewirausahaan mahasiswa melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Adapun 3 kelompok tersebut adalah:1. Eureka Collection terdiri dari:Ketua: Nayla Indria Putri (14072420060)Anggota: 1. Mutia Lestari (14072420074) 2. Yasimini Hasanah (14072420081) 3. Natasya Marjuwwah (14072420069) 2. Nutrifruity Strips terdiri dari:Ketua: Diniza Adhami (14072420073)Anggota: 1. Nadia Kamila (14072420064) 2. Dealova Nadira Putri Aurgustina (14072420061) 3. BODRI ADVENTURE terdiri dari:Ketua: Syukron Abdullah (E2A023137)Anggota: 1. Arafli Baradhi Wicaksono (E2B022038) 2. Muhammad Adib Nor (C2A023068) 3. Kamal Fauzi Al Anshary (C2C023065) Dengan lolosnya tiga tim mahasiswa FEHBI Unimus dalam program tersebut, diharapkan dapat semakin memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan kampus serta mendorong lahirnya wirausaha muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.