Skip to main content

Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Unimus

International Visiting Professor FEHBI UNIMUS Hadirkan Prof. Minako Sakai dari UNSW Australia, Bahas Keberlanjutan Bisnis dan Pemberdayaan Masyarakat

Semarang, 2 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBI) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan kegiatan International Visiting Professor yang menghadirkan akademisi internasional dari Australia. Kegiatan yang mengusung tema “Business Sustainability and Community Empowerment” ini berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 di Aula GKB 2 Lantai 8 UNIMUS dan diikuti oleh mahasiswa FEHBI UNIMUS dengan antusiasme yang tinggi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor IV UNIMUS, Dekan FEHBI, para Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta seluruh dosen di lingkungan FEHBI UNIMUS. Kehadiran narasumber internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat atmosfer akademik yang berorientasi global sekaligus memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara keberlanjutan bisnis, pembangunan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UNIMUS, Muhammad Yusuf, S.STPi, M.Si, Ph.D menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Prof. Minako Sakai untuk hadir dan berbagi ilmu di lingkungan UNIMUS, khususnya di FEHBI. Beliau menjelaskan bahwa Prof. Minako Sakai merupakan akademisi yang memiliki keahlian dan pengalaman panjang di bidang antropologi serta kajian pembangunan masyarakat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. “Merupakan suatu kehormatan bagi UNIMUS untuk dapat menghadirkan profesor internasional yang memiliki rekam jejak penelitian yang sangat kuat mengenai masyarakat Indonesia. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, bisnis, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya. Memasuki sesi utama, moderator Dr. Kartiko Adi Wibowo, M.M. membuka diskusi ilmiah dan memperkenalkan narasumber kepada seluruh peserta. Dalam paparannya, Prof. Minako Sakai mengawali materi dengan menceritakan pengalaman pertamanya datang ke Indonesia pada era 1980-an. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Indonesia yang dinilainya mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam berbagai sektor, baik ekonomi, pendidikan, maupun pembangunan sosial. “Ketika saya pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1980-an, situasinya sangat berbeda dengan sekarang. Saat ini Indonesia telah berkembang menjadi negara yang dinamis dengan berbagai inovasi dan potensi luar biasa,” ungkapnya. Dalam pemaparannya yang bertajuk Business Sustainability and Community Empowerment, Prof. Minako Sakai menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial semata, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa keberlanjutan usaha sangat erat kaitannya dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Beliau menjelaskan pentingnya pertanyaan “Why does this matter for business students?”, yaitu mengapa isu pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan menjadi sangat relevan bagi mahasiswa bisnis saat ini. Dunia kerja dan dunia usaha terus berubah dengan cepat, sehingga generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, dan inovasi dalam menghadapi tantangan masa depan. “Usaha tidak mungkin hanya menggunakan satu pola yang sama sepanjang waktu. Pekerjaan yang ada saat ini mungkin akan berbeda beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci utama dalam mempertahankan keberlanjutan bisnis,” jelasnya. Lebih lanjut, Prof. Minako Sakai membagikan hasil penelitian yang dilakukannya terkait pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dalam riset tersebut, ia menemukan bahwa organisasi-organisasi Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Beliau menjelaskan konsep Adaptive Social Infrastructure, yaitu infrastruktur sosial yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan masyarakat. Konsep ini mencakup peran organisasi perantara, jaringan sosial, kepercayaan masyarakat, koordinasi digital dan kelembagaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai permasalahan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, kekuatan masyarakat tidak hanya terletak pada modal ekonomi, tetapi juga pada modal sosial yang terbentuk melalui jaringan, kepercayaan, dan kolaborasi antar berbagai pihak. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai budaya lokal dan ajaran Islam memiliki kontribusi besar dalam menciptakan model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Prof. Minako Sakai juga mengangkat tema “Islam, Culture and Development in Indonesia and Southeast Asia”, yang menyoroti bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berbagai organisasi Islam di Indonesia telah berhasil menciptakan model pemberdayaan yang efektif dengan menggabungkan kebutuhan keagamaan masyarakat dan pengembangan ekonomi produktif. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah program pemberdayaan yang dijalankan oleh Dompet Dhuafa melalui integrasi kebutuhan keagamaan umat Islam dengan program peternakan dan pengembangan usaha produktif. Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mengembangkan rantai nilai (value chain development) yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. “Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat mengembangkan kapasitasnya sendiri sehingga mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” terang Prof. Minako Sakai.Suasana diskusi berlangsung sangat interaktif. Mahasiswa FEHBI UNIMUS tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan kritis diajukan terkait strategi keberlanjutan bisnis, peran organisasi sosial dalam pengembangan ekonomi, hingga peluang inovasi bisnis berbasis pemberdayaan masyarakat di era digital. Melalui sesi tanya jawab yang dinamis, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan akademik bertaraf internasional, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan inovasi bisnis yang berdampak bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya International Visiting Professor ini, FEHBI UNIMUS semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas global, memperluas kolaborasi internasional, serta mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia yang semakin kompleks.

Tiga Tim FEHBI Unimus Lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang. Sebanyak tiga tim mahasiswa berhasil lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FEHBI Unimus mampu menghadirkan inovasi dan semangat kewirausahaan yang kompetitif di tingkat nasional. Berbagai ide usaha kreatif yang dikembangkan mahasiswa berhasil melalui proses seleksi dan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembinaan serta pengembangan usaha melalui program P2MW. Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis Unimus menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih oleh ketiga tim mahasiswa tersebut. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi perjuangan serta kerja keras mahasiswa yang berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FEHBI Unimus tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, kreativitas, dan jiwa entrepreneur yang kuat. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani memulai usaha, dan menciptakan peluang yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dekan FEHBI Unimus. Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dosen pendamping yang turut membimbing mahasiswa dalam proses penyusunan proposal hingga tahap seleksi. Program P2MW sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan penguatan karakter kewirausahaan mahasiswa melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Adapun 3 kelompok tersebut adalah:1. Eureka Collection terdiri dari:Ketua: Nayla Indria Putri (14072420060)Anggota: 1. Mutia Lestari (14072420074) 2. Yasimini Hasanah (14072420081) 3. Natasya Marjuwwah (14072420069) 2. Nutrifruity Strips terdiri dari:Ketua: Diniza Adhami (14072420073)Anggota: 1. Nadia Kamila (14072420064) 2. Dealova Nadira Putri Aurgustina (14072420061) 3. BODRI ADVENTURE terdiri dari:Ketua: Syukron Abdullah (E2A023137)Anggota: 1. Arafli Baradhi Wicaksono (E2B022038) 2. Muhammad Adib Nor (C2A023068) 3. Kamal Fauzi Al Anshary (C2C023065) Dengan lolosnya tiga tim mahasiswa FEHBI Unimus dalam program tersebut, diharapkan dapat semakin memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan kampus serta mendorong lahirnya wirausaha muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

Tasyakuran Perubahan Nama Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis Serta Peresmian Prodi Baru S1 Hukum Bisnis dan S2 Magister Manajemen

Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBI) Universitas Muhammadiyah Semarang menggelar kegiatan tasyakuran dalam rangka perubahan nama fakultas sekaligus hadirnya Program Studi baru S1 Hukum Bisnis dan S2 Magister Manajemen. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jum’at, 8 Mei 2026 bertempat di Ruang 725 GKB 3 Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Semarang dan berlangsung dengan penuh khidmat, hangat, serta nuansa kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FEHBI UNIMUS dalam menandai babak baru perjalanan fakultas yang sebelumnya bernama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBI). Perubahan nama tersebut merupakan bagian dari pengembangan kelembagaan sekaligus bentuk komitmen universitas dalam memperluas kontribusi pendidikan di bidang ekonomi, hukum, dan bisnis. Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, pimpinan program studi, serta seluruh dosen FEHBI UNIMUS. Kehadiran seluruh civitas akademika tersebut menjadi simbol kebersamaan dan dukungan terhadap pengembangan fakultas yang semakin maju dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FEHBI UNIMUS, Dr. A.M. Jumai, S.E., M.M. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa perubahan nama fakultas dan hadirnya program studi baru merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas serta meningkatkan daya saing FEHBI UNIMUS di tingkat nasional maupun internasional. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dekan FEHBI UNIMUS Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si. yang menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih fakultas hingga saat ini. Beliau menegaskan bahwa perubahan nama fakultas bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi simbol transformasi dan penguatan arah pengembangan institusi ke depan. Beliau juga menyampaikan bahwa hadirnya Program Studi S1 Hukum Bisnis dan S2 Magister Manajemen merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan dukungan dari berbagai pihak di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEHBI UNIMUS juga mengajak seluruh dosen dan civitas akademika untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat budaya akademik, dan meningkatkan inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global. Kegiatan tasyakuran semakin bermakna dengan hadirnya tausyiyah yang disampaikan oleh Dr. Haerudin, M.T. Dalam tausyiyahnya beliau mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas setiap nikmat dan pencapaian yang telah diberikan Allah SWT. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan manajerial, tetapi juga oleh keikhlasan, kebersamaan, dan nilai spiritual yang menjadi landasan dalam menjalankan amanah. “Rasa syukur harus diwujudkan melalui kerja keras, pelayanan terbaik, dan semangat memberikan manfaat kepada sesama,” tutur Dr. Haerudin, M.T. dalam tausyiyahnya. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias hingga kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai harapan agar FEHBI UNIMUS senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan kesuksesan dalam menjalankan berbagai program pengembangan di masa mendatang. Melalui momentum tasyakuran ini, FEHBI UNIMUS menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang menjadi fakultas unggul yang mampu mencetak lulusan berkualitas, profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global. Kehadiran Program Studi S1 Hukum Bisnis dan S2 Magister Manajemen diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat eksistensi FEHBI UNIMUS sebagai pusat pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berkemajuan.

Studium General FEHBI UNIMUS Bahas Peran Komunikasi dalam Literasi Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBI) Universitas Muhammadiyah Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan akademik inspiratif melalui Studium General bertema “Peran Komunikasi dalam Literasi Ekonomi Syariah” pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB 3 Lantai 1 UNIMUS ini menghadirkan narasumber utama H. Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd., selaku Ketua PDM Kabupaten Tegal sekaligus praktisi bisnis. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa FEHBI Unimus dengan penuh antusiasme. Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif sejak awal kegiatan yang dipandu oleh Master of Ceremony, Harlan A. Ganur, mahasiswa FEHBI UNIMUS. Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai pentingnya komunikasi dalam pengembangan dan penyebarluasan literasi ekonomi Islam di tengah masyarakat modern. Dalam sambutannya, Wakil Dekan FEHBI UNIMUS, Dr. A.M. Jumai, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada narasumber utama atas kesediaannya hadir dan berbagi ilmu kepada civitas akademika FEHBI UNIMUS. Beliau juga menekankan pentingnya membangun semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang mandiri, inovatif, dan sukses di masa depan. “Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha dan menjadi pengusaha yang sukses di masa mendatang. Literasi ekonomi Islam menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar beliau. Kegiatan Studium General berjalan dengan interaktif dan komunikatif yang dipandu oleh Yusuf Ammar (Mahasiswa FEHBI Unimus) sehingga suasana forum menjadi lebih hidup. Sebagai narasumber utama, H. Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd., menyampaikan materi mendalam mengenai literasi ekonomi syariah dan potensi besar Indonesia dalam pengembangan ekonomi Islam. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa literasi syariah merupakan pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip ekonomi Islam yang meliputi keuangan syariah, bisnis halal, hingga praktik ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Beliau mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah dunia karena didukung oleh jumlah penduduk muslim yang sangat besar. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan dalam meningkatkan literasi ekonomi Islam di masyarakat. “Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah. Oleh karena itu, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan nilai dan konsep ekonomi Islam kepada umat,” jelasnya. Dalam pemaparannya, H. Fathin Hammam juga menyoroti pentingnya penggunaan media strategis sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi, seperti media sosial, seminar, influencer, hingga kampanye ekonomi syariah yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat luas. Selain itu, beliau turut menjelaskan beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan literasi ekonomi Islam, di antaranya maraknya hoaks, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, serta masih kuatnya pola pikir ekonomi konvensional di tengah masyarakat. Sebagai solusi, beliau menekankan perlunya edukasi secara masif, penguatan digitalisasi, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dalam memperluas pemahaman ekonomi Islam. “Ekonomi tidak hanya soal sistem, tetapi juga tentang bagaimana kita mengkomunikasikannya kepada umat. Ketika komunikasi dilakukan dengan baik, maka pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah akan semakin meningkat,” ungkapnya. Melalui kegiatan Studium General ini, diharapkan mahasiswa FEHBI UNIMUS mampu meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi Islam sekaligus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam menyebarkan nilai-nilai ekonomi syariah kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata FEHBI UNIMUS dalam mendukung pengembangan literasi ekonomi Islam serta mencetak generasi muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

FGD Strategi Meningkatkan Keunggulan Kompetitif FEHBI UNIMUS

Dalam upaya memperkuat arah pengembangan kelembagaan, Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBI) Universitas Muhammadiyah Semarang menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Meningkatkan Keunggulan Kompetitif FEHBI UNIMUS yang di laksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di Ruang 725 Lantai 7 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 UNIMUS. FGD diikuti oleh pimpinan fakultas, pimpinan program studi, serta penanggung jawab (PJ) Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) dan kurikulum di lingkungan FEHBI. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FEHBI dalam merumuskan langkah-langkah strategis pasca transformasi kelembagaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi Fakultas Ekonomi, Hukum dan Bisnis (FEHBI). Acara dibuka oleh Dr. Andwiani Sinarasri, M.Si (Dekan FEHBI), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Ak atas kesediaan hadir memberikan wawasan, pendampingan, serta kontribusi pemikiran bagi kemajuan FEHBI. Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas beserta dosen-dosen FEHBI sebagai bagian dari penguatan sinergi akademik dalam membangun fakultas yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam sambutannya, Dr. Andwiani Sinarasri, M.Si (Dekan FEHBI) menegaskan bahwa perubahan nomenklatur fakultas menjadi FEHBI bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah transformasi besar yang menuntut penyesuaian menyeluruh terhadap visi, misi, tujuan, dan arah strategis fakultas. Oleh karena itu, FEHBI memandang perlu dilakukan peninjauan serta revisi yang komprehensif agar rumusan kebijakan akademik dan pengembangan institusi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan tantangan global. “Perubahan ini menjadi titik awal bagi FEHBI untuk menyusun fondasi yang lebih kuat. Kami berharap melalui proses perumusan visi, misi, tujuan, serta strategi pengembangan yang tepat, FEHBI UNIMUS dapat tumbuh menjadi fakultas yang semakin maju, unggul, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Dr. Andwiani Sinarasri, M.Si. Dalam sesi diskusi Prof. Dr. Dwi Cahyono, M.Si., Ak memaparkan berbagai isu strategis secara komprehensif, mulai dari tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia, dinamika perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga persoalan kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Beliau menekankan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu mencetak sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, memiliki karakter kuat, serta relevan dengan perkembangan zaman. Diskusi berlangsung aktif dan produktif dengan melibatkan pimpinan fakultas, pimpinan program studi dan penanggung jawab VMTS serta Kurikulum dalam merumuskan gagasan-gagasan strategis bagi pengembangan fakultas ke depan. Melalui FGD ini, FEHBI UNIMUS diharapkan mampu melahirkan arah kebijakan yang lebih tajam, memperkuat positioning institusi, serta menghadirkan keunggulan kompetitif yang menjadi ciri khas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang ekonomi, hukum, dan bisnis. Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, FEHBI UNIMUS optimis dapat terus berkembang menjadi fakultas yang unggul, berkemajuan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelantikan dan Penyerahan SK Pejabat Struktural Universitas Muhammadiyah Semarang

Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menyelenggarakan kegiatan Pelantikan dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pejabat Struktural pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UNIMUS dengan suasana khidmat dan penuh makna. Dalam kesempatan tersebut, pejabat struktural di lingkungan Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis (FEHBI) UNIMUS turut resmi dilantik. Adapun pejabat yang dilantik yaitu Ketua Program Studi S2 Magister Manajemen, Dr. Firdaus, S.M., M.M., CNPHRP., CPS serta Ketua Program Studi S1 Hukum Bisnis, Dr. Aris Septiono, S.H., M.H., LL.M. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan kualitas akademik di lingkungan UNIMUS, khususnya di Fakultas Ekonomi Hukum dan Bisnis. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi, serta mampu membawa program studi menjadi lebih unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Campus Visit: SMK Muhammadiyah Cimanggu Kunjungi Universitas Muhammadiyah Semarang

SMK Muhammadiyah Cimanggu, Kabupaten Cilacap melaksanakan kegiatan Campus Visit ke Universitas Muhammadiyah Semarang pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UNIMUS dan menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan dunia perkuliahan sejak dini. Kunjungan ini disambut langsung oleh Wakil Rektor IV UNIMUS, Muhammad Yusuf, S.STPi., M.Si., Ph.D., bersama Tim Admisi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIMUS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya mempersiapkan masa depan melalui pendidikan tinggi serta memperkenalkan keunggulan UNIMUS sebagai kampus unggul. Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIMUS, kegiatan ini diwakili oleh Dr. Dyah Nirmala Arum Janie,S.E., M.Si., Ak. yang memberikan pemaparan mengenai lingkungan akademik dan fasilitas pembelajaran di FEB UNIMUS. Penyampaian dilakukan secara menarik melalui campus tour yang disiarkan langsung menggunakan platform TikTok. Melalui siaran langsung tersebut, para siswa diajak mengenal lebih dekat gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMUS, mulai dari sarana dan prasarana, ruang kelas, ruang administrasi, hingga ruang dosen. Pendekatan ini memberikan pengalaman virtual yang interaktif dan modern dalam memperkenalkan suasana kampus. Kegiatan Campus Visit ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa SMK Muhammadiyah Cimanggu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, serta memberikan gambaran nyata tentang kehidupan kampus di UNIMUS.

Workshop Penyusunan Kurikulum OBE Hukum Bisnis FEB UNIMUS: Menjawab Tantangan Industri di Era Digital

Program Studi S1 Hukum Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (FEB UNIMUS) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan yang mengusung tema “Penyusunan Kurikulum Program Studi S1 Hukum Bisnis Berbasis Outcome Based Education (OBE) sesuai Kompetensi dan Kebutuhan Industri di Era Digital” ini dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Ruang Rapat lantai 2 Gedung Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Workshop ini menjadi momentum strategis bagi pengembangan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri digital. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum bisnis. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan FEB UNIMUS, Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta harapan besar terhadap pendampingan yang diberikan oleh pihak FHIP UMS. Ia menekankan pentingnya arahan, review, dan pendampingan berkelanjutan dalam proses penyusunan kurikulum, sehingga Program Studi S1 Hukum Bisnis dapat berkembang menjadi lebih baik dan mampu mencetak lulusan yang unggul. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan FHIP UMS atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin. Sambutan sekaligus penyampaian materi utama disampaikan oleh Dekan FHIP UMS, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa kurikulum tidak sekadar menjadi dokumen administratif dalam proses pembelajaran, melainkan merupakan blueprint yang menentukan arah dan kualitas output sebuah lembaga pendidikan. Ia menyoroti bahwa tujuan pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memperoleh ijazah, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki nilai kemanusiaan, rasionalitas, dan kesadaran sebagai subjek hukum. Lebih lanjut, Prof. Kelik menjelaskan bahwa kurikulum harus dirancang secara serius dan substantif agar mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan pengguna lulusan. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran hukum, sehingga lulusan tidak hanya memahami aspek normatif, tetapi juga mampu melihat hukum sebagai instrumen yang berorientasi pada keadilan dan kemanusiaan. Dalam sesi inti workshop, dibahas berbagai pokok penting terkait penyusunan kurikulum S1 Hukum Bisnis berbasis OBE. Salah satu fokus utama adalah perbedaan mendasar antara program studi S1 Hukum secara umum dengan S1 Hukum Bisnis. Perbedaan nomenklatur tersebut harus diikuti dengan perbedaan kompetensi dan profil lulusan yang dihasilkan. S1 Hukum Bisnis dituntut memiliki keunggulan khusus, terutama dalam memahami dinamika bisnis, termasuk bisnis digital. Selain itu, dibahas pula perbedaan antara hukum bisnis konvensional dan hukum bisnis digital, yang menjadi semakin relevan di era transformasi digital saat ini. Hal ini menuntut kurikulum yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan praktik di lapangan. Prof. Kelik juga menekankan bahwa keberhasilan kurikulum tidak diukur dari tingkat kelulusan semata, melainkan dari sejauh mana lulusan mampu memberikan manfaat nyata sesuai dengan profil yang telah dirancang, terutama dalam kurun waktu 2–3 tahun setelah lulus. Oleh karena itu, penentuan profil lulusan menjadi aspek krusial sebagai inti dari pengembangan kurikulum. Dalam sesi review, berbagai masukan strategis disampaikan untuk penyempurnaan kurikulum. Di antaranya adalah pentingnya membedakan antara visi kelembagaan dan visi keilmuan, penyesuaian kebutuhan pada tingkat fakultas dan program studi, serta mempertimbangkan profesi advokat sebagai bagian dari profil lulusan. Tidak hanya itu, aspek kewirausahaan juga menjadi sorotan utama. Program studi didorong untuk menonjolkan semangat legal entrepreneur, yaitu lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis dan kompetitif. Penguatan karakter lulusan sebagai penegak hukum yang bereputasi internasional, berbasis teknologi, serta berlandaskan nilai-nilai Islam juga menjadi poin penting dalam penyusunan kurikulum. Kurikulum diharapkan mampu merepresentasikan seluruh karakter tersebut secara utuh dan terintegrasi. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menghasilkan kurikulum S1 Hukum Bisnis yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Dengan pendekatan Outcome Based Education, FEB UNIMUS optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia industri serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Seleksi Internal KBMK UNIMUS 2026 Digelar, Siapkan Mahasiswa Berprestasi dan Kompetitif di Tingkat Nasional

Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi mahasiswa dengan menyelenggarakan Seleksi Internal Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Ruang Rapat 720 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 UNIMUS. Seleksi internal ini menjadi tahapan strategis dalam menjaring mahasiswa terbaik yang akan mewakili UNIMUS pada ajang KBMK tingkat nasional. Dengan semangat kompetisi dan inovasi, kegiatan ini diikuti oleh 31 mahasiswa yang tergabung dalam 12 tim dari berbagai program studi di lingkungan universitas. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan semangat generasi muda dalam berkompetisi dan berprestasi. Dalam seleksi ini, terdapat lima kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu Perencanaan Bisnis, Riset Investasi, Keuangan Audit Investigatif, Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna, serta Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Masing-masing kategori menuntut kemampuan analisis, kreativitas, serta keterampilan presentasi yang mumpuni dari setiap tim. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan ide, gagasan, serta inovasi terbaik mereka di hadapan dewan juri yang merupakan dosen berpengalaman dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMUS. Adapun dewan juri terdiri dari: Suharti, SE., MM, Dr. Dyah Nirmala Arum Janie, SE., M.Si., Ak, Dedik Purwanto, SE., MM, Mohammad Ridwan, SE., M.Ak., Ak, dan Dr. Nur Muttaqien Zuhri, S.Pi., M.Si Proses penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting, seperti penguasaan materi, kemampuan komunikasi dan presentasi, kualitas argumentasi saat sesi tanya jawab, kekompakan tim, serta tingkat inovasi dan daya tarik ide yang disampaikan. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, berikut adalah hasil seleksi internal KBMK UNIMUS 2026: Bidang Perencanaan BisnisJuara 1: Orbit TeamJuara 2: Nexora Team Bidang Penulisan Karya Tulis IlmiahJuara 1: Risk Taker TeamJuara 2: Idea TeamJuara 3: Ibu Bumi Team Bidang Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat GunaJuara 1: Scavenger TeamJuara 2: Core Innovative Team Bidang Keuangan Audit InvestigatifJuara 1: Suspicious TeamJuara 2: Matahari Team Bidang Riset dan InvestasiJuara 1: Kinanti TeamJuara 2: Sih Utomo TeamJuara 3: Solihati Team Melalui kegiatan ini, UNIMUS berharap dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi, berpikir kritis, serta mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, ajang ini juga menjadi wadah pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa dalam bidang bisnis, manajemen, dan keuangan. Dengan semangat kolaborasi dan kompetisi yang sehat, para pemenang seleksi internal ini selanjutnya akan dipersiapkan secara intensif untuk menghadapi kompetisi KBMK tingkat nasional. Harapannya, mereka mampu membawa nama baik UNIMUS dan meraih prestasi gemilang di kancah yang lebih luas.

Sosialisasi Kode Etik FEB UNIMUS, Perkuat Budaya Akademik Berintegritas dan Religius

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang unggul, kondusif, dan berkarakter melalui kegiatan Sosialisasi Kode Etik yang diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 725 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 UNIMUS dan diikuti oleh pimpinan serta seluruh dosen FEB UNIMUS. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Rektor Nomor 015/UNIMUS/SK.KM/2025 tentang Kode Etik Mahasiswa. Regulasi tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana kampus yang harmonis, religius, serta membentuk generasi intelektual muslim yang berakhlakul karimah. Melalui kegiatan ini, FEB UNIMUS berupaya memastikan bahwa seluruh civitas akademika, khususnya dosen, memahami dan turut mengimplementasikan nilai-nilai etika dalam proses pembelajaran maupun interaksi akademik. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eni Winaryati, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran dosen sebagai garda terdepan dalam pembinaan karakter mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa dosen tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang mampu memberikan motivasi, apresiasi, serta arahan kepada mahasiswa sebelum memulai proses pembelajaran. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Kode Etik UNIMUS yang memberikan pemaparan komprehensif terkait implementasi kode etik di lingkungan kampus. M. Fatkhul Mubin, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.J., yang juga merupakan bagian dari Tim PPKPT UNIMUS, menjelaskan secara mendalam mengenai isu kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk upaya pencegahan dan penanganannya. Materi ini menjadi penting dalam rangka menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Selanjutnya, Dr. Siti Aminah, S.TP., M.Si., memaparkan secara rinci mengenai substansi kode etik mahasiswa, mulai dari prinsip dasar, hak dan kewajiban, hingga sanksi yang diberlakukan. Penjelasan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi dosen dalam membimbing mahasiswa agar tetap berada dalam koridor etika akademik. Tidak hanya itu, Fitri Fatichatul Hidayah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan (BAK) UNIMUS, turut menyampaikan materi terkait pengembangan prestasi mahasiswa. Ia menekankan bahwa pembinaan etika yang baik akan berjalan seiring dengan peningkatan prestasi mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dekan FEB UNIMUS dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa hasil dari sosialisasi ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan implementasi nyata di lingkungan fakultas, guna mencegah terjadinya pelanggaran di masa mendatang. Dengan terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Kode Etik ini, FEB UNIMUS berharap dapat memperkuat budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai etika, hukum, dan religiusitas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak mulia.